Pastikan Kebersihan Makanan dan Jajanan untuk Cegah Hepatitis Akut

- 5 Mei 2022, 16:44 WIB
Ilustrasi penyakit hepatitis misterius.
Ilustrasi penyakit hepatitis misterius. /Pixabay/mohamed_hassan/

PORTAL MINAHASA – Menjaga kebersihan makanan menjadi salah satu cara dalam mencegah penularan penyakit hepatitis akut misterius.

Pemilihan makanan harus makanan benar-benar sehat dan tidak terkontaminasi bakteri serta menggunakan penutup makanan sehingga terbebas dari lalat.

"Masyarakat agar mewaspadai kalau makan atau jajan tentu pilih makanan yang tertutup, dimasak sempurna, cuci tangan sebelum makan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia di Jakarta, Kamis 5 Mei 2022.

Baca Juga: Aplikasi Cek Bansos: Masyarakat Bisa Usul dan Sanggah Penerima Manfaat Bantuan Sosial

Dwi Oktavia juga mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan alat makan secara bersama. Mengingat hepatitis akut diduga menular melalui jalur oral atau melalui saluran pencernaan.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus mengikuti perkembangan kasus hepatitis akut terutama terkait jalur penularan apakah melalui saluran cerna atau melalui jalur lain.

Sebelumnya, tiga pasien anak yang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan dugaan hepatitis akut meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda selama rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022.

Baca Juga: Catat Nomor Call Center Polri saat Arus Balik Lebaran 2022

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan ketiga pasien itu merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini, kata dia, adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Saat ini, Kemenkes sedang melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.

Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan Hepatitis Akut Misterius Hanya Menyerang Anak-anak Hingga Usia 16 Tahun

"Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan," katanya seperti dikutip dari Antara.

Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, hingga penurunan kesadaran, kata Nadia, agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Sejak informasi itu dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO, kata dia, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.***

Editor: Mulyadi Pontororing

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini